5.21.2009



Potret Buruh Anak-Anak di Bangladesh

Jainal bekerja di pabrik pembuatan panci. Dia telah bekerja di pabrik
selama tiga tahun. Dia bekerja mulai pukul 9 pagi sampai pukul 6 sore dan
mendapatkan gaji sebesar 10 USD per bulan. Dhaka 2008.

Bocah ini bekerja membuat komponen logam di sebuah pabrik.
Dhaka.Bangladesh

Ali, 13 tahun. Dia juga bekerja di pabrik pembuatan panci di Dhaka . Dia
bekerja 10 jam setiap harinya dengan koondisi kesehatan yang membahayakan
dan hanya mendapatkan upah 3 USD per minggu. Dhaka. Bangladesh .. Juni
2008Di Dhaka Bangladesh juga banyak ditemui anak-anak menjual bunga mawar ke
pengendara mobil dan penumpang bus.

Jasmine 7 tahun. Dia mengumpulkan sampah di pagi hari. Sekitar 5000 ton
sampah dan 1000 orang pemulung mencari nafkah di tempat ini setiap
harinya..


Gadis cilik ini bekerja di sebuah pabrik batu bata di Dhaka .

Anak-anak di pabrik batu bata di Fatullah. Untuk 1000 batu bata yang
berhasil mereka bawa itu sama dengan 0,9 USD.

Tangan mungil dari bocah 8 tahun bernama Munna saat bekerja di pabrik. Dia
bekerja 10 jam sehari dan mendapat 8 USD untuk satu bulan. Dhaka 2007.

Sepuluh tahun Shaifur bekerja di sebuah pabrik kunci pintu di Old Dhaka .
Tidak seperti rekan-Nya, Shaifur bekerja tanpa masker.

Ia mendapatkan sekitar 500 taka (7 USD) per bulan, bekerja 10 jam sehari.
Ketika produksi sering berhenti karena kurangnya listrik, saat itulah dia
memiliki waktu untuk bermain. Dhaka 2007

Anak-anak yang terpaksa untuk bekerja dengan jam kerja panjang dan tidak
ada waktu istirahat. Selain itu, mereka dibayar dengan upah minimum.
Banyak orang lebih memilih untuk mempekerjakan anak-anak untuk
memaksimalkan pelayanan bagi mereka upah minimum. Dhaka 2006.

Ia telah bekerja di pabrik selama dua tahun terakhir, dalam kondisi
berbahaya, dan hanya mendapat makan 2 kali sehari.

17,5 persen dari anak-anak di usia 5-15 terlibat dalam kegiatan ekonomi.
Banyak dari anak-anak yang terlibat dalam berbagai pekerjaan berbahaya di
pabrik pabrik. Dhaka 2006.

Dan akhirnya….sudahkah kita bersyukur atas keadaan kita saat ini?
.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar